HOT TOPICS
coming soon
|
|
|
|
|
‘Ketewasan jiwa’ intelektual Melayu
Fathi Aris Omar
May 12, 03
5:08am
Di Rusia, pada awal abad ke-19, muncul golongan terpelajar yang berasa kecewa dan menyerah diri kepada persekitaran buruk negara itu. Mereka digelar 'intelektual yang tidak berguna' ekoran kegagalan mereka mewujudkan atau meneruskan reformasi politik. Penindasan kerajaan juga sangat melampau dan menakutkan.

Kegagalan pemberontakan 1825 mengakibatkan kerajaan Nicholas I bertindak keras. Lima orang dihukum mati dan 500 lagi dibuang ke Siberia, tanah gersang yang perit. Ramai yang bersikap liberal dan revolusioner, walau tidak terbabit dalam pemberontakan itu, juga dikenakan hukuman. Antara tahun 1832 hingga 1852, kira-kira 150,000 orang dihantar ke Siberia.

Pada waktu ini, tumbuh rasa putus asa dan kecewa, 'sense of resignation', di kalangan kaum terpelajar di Rusia. Idea-idea terlarang, yang bersifat reformasi dan diilhami dari Eropah Barat, masih tersebar.

Please sign in
Username
Password

Not a Subscriber?, not just to read the news, but to support Independent Media that gives you accurate, balanced and fast news coverage. Build your own opinion on political developments!

Subscribe Now at only RM 20 per month.

Its easily done via email or over the phone.
Call us 03-22843367 (ext 102),
Send us an sms on 017-323 0707
Email us at

Download Mobilekini to get the full story on your phone.
Subscribe to Daily news digest
Email:
Join 5000+ friends at the Malaysiakini Group Facebook
Follow Malaysiakini's newsfeed on Twitter