HOT TOPICS
coming soon
|
|
|
|
|
‘Krisis kepemimpinan’ intelektual Melayu
Fathi Aris Omar
May 19, 03
6:01am
Ada sesuatu yang "pelik" dalam masyarakat Melayu sejak lima tahun mutakhir, sejak krisis politik "era reformasi" 1998. Kita tidak mengangkat muka memandang idea, pemukanya dan "gerakannya". Kepelikan ini, seperti cuba saya huraikan tiga tahun lalu, boleh menjadikan analisa Syed Hussein Alatas sendiri nampak "bodoh" dan meleset!

Ahli akademik tersohor ini pernah membuat tanggapan, daripada kajiannya, bahawa intelektual dalam masyarakat membangun memerlukan masa krisis untuk menampakkan peranan tetapi krisis itu sendiri bukanlah dalam kawalan mereka.

"Kita belajar dari sejarah bahawa kaum intelektual menonjol pada saat krisis, di kala revolusi, atau dalam gerakan massa. Situasi seperti itu [krisis] tidak dapat diciptakan menurut kemahuan kaum intelektual," tulisnya dalam Intelektual Masyarakat Membangun (terjemahan).

Please sign in
Username
Password

Not a Subscriber?, not just to read the news, but to support Independent Media that gives you accurate, balanced and fast news coverage. Build your own opinion on political developments!

Subscribe Now at only RM 20 per month.

Its easily done via email or over the phone.
Call us 03-22843367 (ext 102),
Send us an sms on 017-323 0707
Email us at

Download Mobilekini to get the full story on your phone.
Subscribe to Daily news digest
Email:
Join 5000+ friends at the Malaysiakini Group Facebook
Follow Malaysiakini's newsfeed on Twitter