Paling Popular
Terkini
Lagi berita seperti ini

" I learned to believe nothing too certainly of which I had only been convinced by example and custom. Thus little by little I was delivered from many errors which might have obscured our natural vision and rendered us less capable of listening to Reason." Rene Descartes dalam Discourse on the method of rightly conducting the reason .

Untunglah slogannya 'Reformasi', Anwar Ibrahim mudah mengorientasikan pendekatan politik barunya sebagai ' consensus '. Kita belum dapat mengagak jenis 'konsensus' Anwar pasca-penjara. Tetapi kata 'Reformasi' itu memang tersirat maksud 'kompromi', keterikatan dengan yang lama.

Konsensus dengan ini mungkin bermakna mencari 'kebijaksanaan' satu lagi kata yang dekat dengan hujahnya dulu atau gerakan teman-temannya sejak menyertai Umno pada 1982 dan 'kerjasama' dengan banyak elemen dalam masyarakat politik negara kita.

Tetapi, sebagai amaran awal kepada pembaca, dengan kata 'konsensus' itu, saya tidaklah menuduh Anwar ingin kembali bersama Umno. Hal ini tidak rumit untuk dipecahkan. Semua orang akan memberi perhatian, sama ada setuju atau tidak. Ada lagi persoalan yang lebih besar daripada itu, tetapi selalu tersembunyi, maka selalu pula diabaikan.

Persoalan rumit itu, 'krisis yang tidak tahu diselesaikan', di daerah sebelah Asia: Di mana duduk letaknya individualisme di bawah tekanan kolektivisme? Individualisme yang bagaimana melahirkan ananiah , rasa tidak peduli sosial; sementara kolektivisme yang bagaimana pula dianggap subur untuk demokrasi, yang dapat merayakan daulat individu?


Sertai saluran WhatsApp Malaysiakini BM sekarang untuk mendapatkan perkembangan berita terkini!

Unlocking Article
Unlocking Article
ADS