Beberapa kelompok anak muda, sebahagian besarnya usia 20-an, yang condong kepada politik pembangkang pernah beberapa kali berkumpul. Tujuannya satu berwacana 'secara rasmi' untuk mengungkap beberapa isu, antaranya ciri-ciri anak muda negara kita.
Kegiatan anak muda ini bertentangan dengan kehidupan intelektual di negara kita yang sering dilihat 'lesu'. Sebilangan mereka ini juga sedar kegiatan 'intelektual' semakin diragui dan dipandang sinis. Jelas sekali kegiatan mereka itu masih cuba menongkah arus.
Ada antara mereka yang geli melihat orang muda sebaya mereka, atau yang lebih tua atau tokoh-tokoh, yang dikatakan berlagak 'intelek' dengan beberapa ungkapan, kutipan buku atau tema wacana. Itu kelompok pseudo-intellectuals , kata mereka.
Bulan-bulan berikutnya kelompok anak muda ini akan berwacana lagi. Bermacam-macam tajuk, antaranya minggu lalu mereka membincangkan impian masa negara yang dihajati ( nation of intent ), begitu saya dimaklumkan. Bagaimanapun saya agak ragu-ragu keupayaan mereka berwacana.
Dunia kita, maksud saya lingkungan rutin dan norma hidup negara ini, tidak memungkinkan anak-anak muda ini berwacana. Mereka boleh bertukar-tukar pandangan, malah 'bertukar-tukar hati', tetapi bukan wacana.
Diskusi dan sumbang saran, ya. Barangkali mereka memang tidak berniat untuk berwacana (hanya saya yang menyebut begitu) jika berbuat demikian terlalu ketat syarat-syaratnya dan membebankan.
Kenyataan ini bukan dengan niat memperlekeh anak muda ini, tanpa mengira kelompok. Malah mereka yang sudah tidak digelar anak muda juga tidak berupaya berwacana jika tidak memenuhi beberapa 'pra-syarat' lazim.
