Ruang 'kosong' reformasi

comments         Published     Updated

Reformasi 1998 bukan sahaja persaingan Anwar Ibrahim-Mahathir, bukan juga krisis politik dalaman Umno atau pemimpin kerajaan sahaja. Ia krisis kebangsaan. Ia membongkar kebusukan mendalam negara ini, pemimpinnya, institusinya, ruang awamnya, masyarakatnya dan "tokoh-tokohnya".

Memang era reformasi melahirkan kecenderungan berpihak. Setiap orang memilih untuk menjadi pro-reformasi (atau Anwar) atau pro-kerajaan (atau Mahathir). Tetapi itu keputusan politik, bukan keputusan intelektual, keputusan jujur untuk mencari kebenaran yang lebih tinggi dan luas.

Ruang intelektual tidak dilihat. Ia ditinggalkan kosong oleh kita semua, termasuk apa yang dikenali oleh aktivis serta penyokong reformasi itu sendiri; misalnya, menakrif dan memahami "gejala" reformasi itu sendiri. Ia diabaikan oleh pemikir bangsa kita. Tidak rancak wacana yang melihat di luar percaturan kuasa, watak Anwar-Mahathir.

For the rest of this story and more, subscribe for only RM150 a year (full news access)
or RM420 a year (full news + full archive access). If you're already a subscriber, please sign in.

Sign in Subscribe now


Malaysiakini
news and views that matter


Sign In