Jokowi kesal kebakaran tak dicegah lebih awal
Presiden Indonesia Joko Widodo mengakui bahawa kebakaran hutan di Riau, Sumatera dapat dicegah lebih awal oleh pihak berkuasa republik itu.
"Kebakaran hutan dan lahan di Riau dan sekitarnya seharusnya tidak terulang lagi kalau saja titik-titik api yang muncul sudah dipadamkan sejak awal, sebelum menjadi ratusan titik api.
"Semua pihak dalam kerajaan dari pusat sampai daerah, juga pihak berkuasa sebenarnya mampu melakukan upaya pencegahan," katanya dalam kenyataan di Facebook, semalam.
Presiden itu yang juga dikenali sebagai Jokowi mempersoalkan sama ada sumber tenaga yang dimiliki gubernur (ketua menteri atau menteri besar) termasuk ketua daerah, datuk bandar, pegawai daerah dan ketua kampung tidak dilibatkan secara efektif dalam usaha menangani kebakaran Pada peringkat awal
"Masalahnya di mana? Kerjasama yang kurang efektif, inisiatif yang tidak maksimum, sehingga perangkat-perangkat (sumber tenaga) ini tidak diaktifkan secara baik. Padahal, seperti saya ingatkan berkali-kali, pencegahan kebakaran lahan dan hutan itu mutlak harus dilakukan," katanya.
Dalam kiriman berasingan, Jokowi berkata sebanyak 5,600 anggota tambahan sudah tiba di Riau sejak semalam dan operasi water bombing (pengeboman air) dilakukan di lokasi kebakaran menggunakan 52 pesawat.
"Tadi pun saya sempat meninjau persiapan pesawat penyemai yang hari ini akan membuat hujan buatan di lapangan.
"Segala upaya kita lakukan untuk menghentikan kebakaran hutan dan lahan di Riau dan sekitarnya.
"Akan tetapi, yang paling benar adalah pencegahan sebelum kejadian. Satu titik api muncul, langsung dipadamkan sebelum menjadi ratusan titik api," katanya.
Jokowi turut mengingatkan agar semua pihak tidak melakukan pembakaran lahan gambut atau pun hutan dan menegaskan bahawa tindakan akan diambil tanpa mengira latar belakang pelakunya.

