ULASAN l Pantun menegenai berguru:

Pergi memburu di padang datar

Dapat rusa belang kaki

Kalau berguru kepalang ajar

Ibarat bunga kembang tak jadi.

Pada akhir-akhir ini heboh cerita guru dan murid saling sindir menyindir dan cela mencela.

Ada sebuah cerita penglipur lara yang saya temui atas talian berkenaan seorang pemuda Jawa bernama Suryo yang tinggal di sebuah desa di kaki Gunung Lawu. Dia bertekad menjadi pendekar terhebat di tanah Jawa.

Gambar Hiasan - Gunung Lawu

Akibat terlalu bernafsu hendak jadi pendekar, dia tidak sabar dan kurang teliti memilih tempat belajar. Dia dengar, ada seorang sakti mandraguna bernama Ki Samber Nyowo sedang bertapa jauh di dalam hutan.

Tanpa menyelidik, dia pun ke hutan untuk berguru dengan Ki Samber Nyowo. Sambil bersujud, dia mohon mahaguru itu ajarkan dia ilmu yang boleh membuatkannya gagah perkasa sehingga tidak boleh dikalahkan.

Ki Samber Nyowo tersenyum dan berkata: "Bisa, Ngger. Tapi syaratnya berat. Kamu harus bertapa tanpa tidur selama tujuh hari tujuh malam di bawah pohon beringin tua, sambil merapal mantra ini."

Suryo diberikan secarik kain bertulis aksara kuno. Selama tujuh hari, dia menahan tidur, lapar, dan bisikan-bisikan ghaib yang mengerikan. Semangatnya luar biasa.

Ketika ritual selesai, Suryo berasa tubuhnya mengalir tenaga yang luar biasa kuatnya. Ibarat boleh meruntuhkan gunung.

"Sekarang kamu sudah menguasai Aji Sukmo Peteng," kata Ki Samber Nyowo. "Pergilah dan buktikan kekuatanmu."

Dengan dada membusung, Suryo menghala pulang ke desanya. Di tengah jalan, dia terserempak dengan sekumpulan penjahat yang sedang merompak seorang pedagang.

Dia pun melompat ke hadapan para perompak sambil membaca mantra dari gurunya dengan lantang. Dia berharap musuhnya lari lintang-pukang dan tersungkur ketakutan.

Alih-alih seluruh tenaganya surut dengan mendadak dan dia berasa amat mengantuk, langsung tertidur.

Rupa-rupanya ilmu yang diajarkan oleh Ki Samber Nyowo itu bukanlah ilmu kebal atau pukulan maut, tetapi ilmu hitam yang bertujuan memanggil jin.

Oleh sebab berguru membuta tuli, dia kena scam. Bukan saja gagal jadi pendekar, malah jin yang dipanggil pun tidak datang. Si perompak yang melihat gelagat Suryo, tertawa terbahak-bahak.

Sungguh rendang si pohon ru

Duduk sebentar rehatkan diri

Jika tersilap memilih guru,

Sesatlah jalan di kemudian hari.

A KADIR JASIN bekas ketua pengarang kumpulan NSTP (M) Bhd dan pernah menjadi penasihat media kepada perdana menteri.

Tulisan ini tidak semestinya mencerminkan pendirian Malaysiakini.